Menikmati Hidup
Tadinya mau nulis sedikit aja. Entah kesambet arwah bijaksana mana hingga jadinya segini banyak nyampe nggak cukup. Dulu, punya tetangga seorang nenek (sekarang dia sudah tinggal bersama anaknya). Aku berpikir bahwa nenek tersebut tidak menikmati hidup karena di usianya yang mungkin mendekati 90 tahun, dia masih saja panas-panasan menjemur padi di halaman rumahnya. Beberapa waktu lalu, di tempat antah berantah, seorang wanita dengan alis hitam mengkilap yang mengingatkanku pada solatip hitam untuk melekatkan kabel dan berdempul tebal menatapkan dengan tatapan serupa. “Gadis ini pasti tidak menikmati hidup.” Aku tidak menyalahkannya. Tampilanku memang gembel banget. Kaos yang sablonnya sudah rontok. Rok merah marun yang warnanya sudah memudar. Pakaian yang kupakai sudah cocok masuk kategori calon lap pel. Tapi aku tersenyum. Tidak terlalu peduli. Pakaian gembel membuatku tidak kasat mata dan tidak di pedulikan orang. Aku suka jadi hantu tak kasat mata. Well, di fase ini aku sadar k...