Posts

Showing posts from February, 2022

Menikmati Hidup

 Tadinya mau nulis sedikit aja. Entah kesambet arwah bijaksana mana hingga jadinya segini banyak nyampe nggak cukup. Dulu, punya tetangga seorang nenek (sekarang dia sudah tinggal bersama anaknya). Aku berpikir bahwa nenek tersebut tidak menikmati hidup karena di usianya yang mungkin mendekati 90 tahun, dia masih saja panas-panasan menjemur padi di halaman rumahnya. Beberapa waktu lalu, di tempat antah berantah, seorang wanita dengan alis hitam mengkilap yang mengingatkanku pada solatip hitam untuk melekatkan kabel dan berdempul tebal menatapkan dengan tatapan serupa. “Gadis ini pasti tidak menikmati hidup.” Aku tidak menyalahkannya. Tampilanku memang gembel banget. Kaos yang sablonnya sudah rontok. Rok merah marun yang warnanya sudah memudar. Pakaian yang kupakai sudah cocok masuk kategori calon lap pel. Tapi aku tersenyum. Tidak terlalu peduli. Pakaian gembel membuatku tidak kasat mata dan tidak di pedulikan orang. Aku suka jadi hantu tak kasat mata. Well, di fase ini aku sadar k...

Pendidikan

 Seorang tukang es krim lewat. Alfa langsung berteriak memanggilnya supaya berhenti. Kemudian dia beralih padaku mata memelas untuk membelikannya. Seseorang di sampingku berkata padaku, “Tipu aja. Bilang ke Alfa nggak enak.” Aku hanya tersenyum padanya. Tapi dalam hati berteriak. Hei, itu anak kecil punya otak ya. Dia bakal tahu kalau dia dibohongi. Sepuluh tahun sampai dua puluh tahun lagi, bisa jadi dia bakal lebih pintar dari kita. Kalau saat itu terjadi dan kita sudah tidak di percaya lagi olehnya, dia bakal cerita dan lari tentang masalahnya ke hal lain. Dari situ aku menyadari bahwa pendidikan dan ilmu parenting itu penting. Respon dan sikap kita ke anak akan berdampak sesuatu yang berbeda pula pada mereka. Suatu ketika, Ibuku masuk kamar. Aku yang lagi spaneng mikir makna hidup dan pengin jadi capung saja terganggu olehnya. “Alfa nggak kamu sekolahkan Arab?” Dia kemudian menyebut nama dua anak tetangga sebelah sudah sekolah Arab semua. Duh, Alfa itu huruf ABC aja nggak hafal...

SERANGGA

Aku masih ingat saat itu. Kami berenam duduk mengelilingi sebuah meja, entah membicarakan apa. Salah seorang dari kami mengeluarkan kunci, hendak pergi. “Itu serangga?” Fokus kami teralih pada gantungan kunci yang di pegangnya. Serangga yang di bekukan dalam wadah plastik. “Hmm… serangga.” “Kasihan.” “Itu CUMA serangga.” “Kasihan.” Aku ikut menimpali. Sebagai manusia, kita selalu merasa lebih superior dibanding yang lain. Biasa mempertaruhkan nyawa demi kesenangan kita. Gantungan kunci serangga. Kura-kura, burung yang dijual dan dijadikan mainan anak-anak. Hutan yang dibakar dijadikan ladang pertanian. Dan lain-lain. “Itu CUMA binatang.” Sebagian otakku mencerca. Dan kemudian entah kenapa aku membayangkan sebuah piring terbang datang. Menembaki manusia dengan teknologi lasernya. Menculiknya untuk dijadikan pajangan salah satu koleksi makhluk hidup yang ada di sebuah planet. “Kasihan, ya.” Salah satu Alien berintelegensi tinggi di piring terbang itu berkata. “Mereka CUMA manusia.” Bayan...

Aku

Pernahkah kalian dihantui pertanyaan? . . . Seperti saat melihat kupu-kupu dan tiba-tiba terlintas dalam benakmu mengapa sayap kupu-kupu begitu indah. Sayap itu kemudian mengingatkanmu pada pelajaran biologi saat masih sekolah tentang metamorfosis. Setelah ingat sedikit tentang metamorfosis, benakmu kembali bertanya mengapa satu sayap kupu-kupu berbeda dengan yang lainnya. Mungkin kamu akan bilang 'hanya Tuhan yang tahu.’ Yang lain akan menjawab 'sama seperti wajah-wajah manusia di dunia ini, tak ada yang sama persis. Bahkan kembar identik pun masih memiliki perbedaan.’ Yang lebih tahu akan menjawab lebih lengkap yang berhubungan dengan DNA. Atau beberapa di antara kamu bahkan tak pernah tahu bahkan tak pernah sadar ada kupu-kupu lewat di dekatmu karena kesibukan-kesibukanmu. Siapa aku? Pertanyaan si*l yang selalu muncul beberapa tahun belakangan ini dan sampai sekarang aku masih tak tahu jawabannya. Satu pertanyaan yang mengundang pertanyaan-pertanyaan si*l yang lain. . Bebera...